November 29, 2007
T-Cash - Era Baru Mobile Commerce
Telkomsel merilis layanan mobile wallet dengan brand T-Cash. Layanan ini tercatat sebagai layanan pertama di Indonesia, sekaligus menandai hadirnya era baru pada layanan mobile commerce. Kick off T-Cash dilakukan Meneg BUMN Sofyan A Djalil, di Jakarta, Selasa (27/11).
"Layanan mobile wallet ini merupakan bagian dari tiga pilar strategi bisnis perusahaan yakni coverage, quality enhancement, dan new business," kata Direktur Utama Telkomsel, Kiskenda Suriahardja. Pada pilar bisnis baru, Telkomsel fokus pada layanan broadband dan digital bussines seperti pembayaran elektronik.Mobile wallet secara sederhana adalah layanan transaksi nontunai mobile commerce, dimana ponsel pelanggan dapat berfungsi layaknya dompet penyimpanan uang (digital cash) yang siap digunakan untuk bertransaksi dengan cara yang mudah, cepat dan aman. Uniknya, layanan ini bisa dimanfaatkan siapa saja.
Pelanggan bisa melakukan pembelian barang, cek saldo, cek transaksi yang pernah dilakukan, pembayaran jasa, dan transaksi-transaksi lain dengan ponselnya. "Tahap awal layanan dikembangkan di Jakarta dan difokuskan pada kebutuhan sehari-hari dan pendidikan," kata Kiskenda. Selanjutnya diperluas ke supermarket, pusat perbelanjaan, angkutan umum, vending machine, pertokoan, rumah sakit, toko buku, restoran, pom, SPBU dan department store.
Pada T-Cash, Telkomsel menjadi integrator sekaligus service provider yang didukung oleh Bank Indonesia (regulator), Merchants penjual barang dan jasa (Indomaret, Modern Foto), bank sebagai tempat penyimpanan dana (BNI, BRI, Mandiri, Bank Muamalat), Departemen Pendidikan Nasional sebagai penyedia konten akademis yang bisa dibeli dari berbagai perguruan tinggi (silabus dan jurnal ITB, ITS, UGM, UI dll), serta Finnet sebagai switching provider untuk settlement dan rekonsiliasi.
T-Cash juga mendukung program Bank Indonesia dalam menyediakan ragam instrumen pembayaran non tunai yang efisien, cepat, tepat dan aman. "Sejak Januari 2007 BI telah memberikan persetujuan," papar Kiskenda.BI juga menerbitkan regulasi mengenai Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) yang sekaligus menjadi payung hukum layanan ini.
Sistem pembayaran ibarat aliran darah yang menggerakkan dan melancarkan organ-organ seperti jantung dan otak, di mana sangat berpengaruh pada cepat lambatnya perputaran roda perekonomian negara. Kehadiran T-Cash melengkapi ragam instrumen pembayaran nontunai seperti kartu ATM, kartu debet, karti kredit, cek dan lain sebagainya. Layanan serupa, saat ini telah dikembangkan disejumlah negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Malaysia, Philipina, dan Afrika Selatan.
Sofyan mengaku gembira dengan hadirnya T-Cash. Layanan ini makin memperkaya fungsi ponsel. " Sepuluh tahun mendatang, ponsel akan menjadi peranti serbaguna layaknya Swiss Army Knife. Untuk transaksi, kita tak lagi membutuhkan banyak kartu," ujar Meneg BUMN. Ia mengungkapkan, salah satu isu yang dibahas saat berlangsung Kongres GSM Association di Barcelona awal tahun ini adalah mekanisme transfer yang efisien dan murah untuk para pekerja migran.
Orang harus membayar biaya mahal untuk mengirimkan uang dari London ke India. Biaya pengirimam 100 pounsterling, bisa mencapai 10 persen dari jumlah uang yang dikirim. Mobile wallet bisa menjadi solusi, karena mampu menekan biaya pengiriman hingga 10 persen.
Mobile wallet merupakan evolusi layanan mobile banking (m-Banking) yakni suatu layanan dimana ponsel bisa digunakan untuk melakukan berbagai transaksi perbankan. m-Banking pertama kali diperkenalkan Telkomsel pada Mei 2000. Saat itu layanannya masih dalam berupa single banking (satu kartu dengan satu bank) dan diberi nama m-ATM (mobile ATM). Dari sekitar 44,5 juta pelanggan, sekitar 2,7 juta telah menikmati layanan m-Banking. Selanjutnya akan dikembangkan setoran, transfer (top up dari rekening pelanggan), termasuk memanfaatkan layanan bank.
Sumber : Republika Online
Tags: Operator Seluler, Republika, Telkomsel






Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.