October 5, 2007

BenQ C30 - Ponsel Trendi Untuk Hiburan

JAKARTA – BenQ C30, ponsel trendi yang hadir dengan desain unik yang dilengkapi tombol khusus di bagian atas untuk mengakses fitur hiburan dengan lebih mudah dan menyenangkan. Tombol khusus tersebut memudahkan pengguna untuk mengakses FM Radio, MP3 player dan kamera.  

BenQ C30 dirancang dengan kombinasi warna atraktif untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup dinamis konsumen masa kini. Beratnya yang 77 gram terasa pas di genggaman dan tombol khusus di bagian atasnya mampu memenuhi kebutuhan hiburan melalui antar muka yang mengintegrasikan FM Radio, MP3 Player, dan kamera. Desain uniknya memungkinkan akses hiburan dengan sekali klik untuk menu FM Radio built-in dengan dual speaker yang bertenaga. MP3 Player-nya mendukung format-format file multimedia seperti MP3, WAV, MIDI, AMR dan AAC. Kamera VGA-nya yang terintegrasi mendukung fungsi perekam dan pemutar ulang video.

“Generasi muda Indonesia menempatkan ponsel menjadi bagian tak terpisahkan dalam komunikasi dan gaya hidup. Mereka membutuhkan ponsel yang tidak hanya berdesain funky, tapi juga memiliki fitur-fitur hiburan yang mampu menemani mereka, kapan pun dan dimana pun. BenQ menjawab semua kenyamanan tersebut, memungkinkan mereka menunjukkan C30 sebagai ponsel yang keren sekaligus sebagai refleksi dari kepribadian mereka yang dinamis,” kata Farid Manan, General Manager, PT Dian Graha Elektrika, di Jakarta kemarin malam.

BenQ C30 dilengkapi dengan slot MicroSD™ untuk kenyamanan menyimpan lebih banyak file. BenQ C30 merupakan aksesoris paling funky bagi para remaja masa kini yang juga memberikan kemudahan mereka dalam mentransfer musik dan video favorit ke PC melalui koneksi USB.

“Generasi masa kini tengah merengkuh perkembangan teknologi musik digital. Dengan mempergunakan komputer, MP3 player dan ponsel mereka memastikan kenyamanan bahwa musik kesukaan dapat diakses dimana pun dan kapan pun. Kami yakin BenQ C30 dapat menjadi pilihan ideal dengan harga yang sepadan,” imbuh Farid.

BenQ C30 tersedia di Indonesia mulai awal Oktober 2007 dengan kisaran harga Rp. 1 juta. (sar)

Sumber : Okezone

Tags: ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • 1 Comment
Custom Search

June 22, 2008

BenQ T60, Super Tipis dan Super Murah

BenQ T60

BenQ memperkenalkan ponsel terbarunya di segmen fashion. Ponsel yang mengandalkan desain dan ketipisan ini disebut dengan seri BenQ T60.

BenQ T60 ditargetkan untuk orang-orang yang trendi dan sadar akan gaya. Dengan ketebalan hanya 8,9mm, BenQ T60 didukung dengan layar 2,2" QVGA TFT LCD, built-in kamera beresolusi 3,2 megapixel, dan kualitas multimedia yang tinggi.

"Ponsel tipis terbaru miilk BenQ ini sempat mendapatkan sebuah penghargaan internasional dari red dot Design," ungkap Supervisor Sales dan Product Dian Graha Elektrika Yakaja M Kisti saat memperkenalkan ponsel ini di Merchantile Club, Jakarta Selatan, Jumat (20/6/2008) sore.

Ponsel ramping BenQ T60 dengan layar extra lebar terkenal dengan gaya estetis dan fungsinya yang pintar. Stainless steel yang mengkilap pada bagian belakang ponsel dengan lengkungan tajam, membuatnya tampak ramping dan mudah untuk dimasukkan ke dalam kantong atau tas kecil.

Lima tombol navigasinya berbentuk seperti potongan permata, menambah tampilan cemerlang dan bersinar tekstur ponsel yang berbahan metal. Didesain sebagai aksesoris fashion bersama dengan barang mewah seukuran kantong lainnya seperti pena eksklusif, jepitan uang, dan tempat kartu nama, T60 mempertinggi gaya hidup digital masa kini dengan segala fungsi yang dimilikinya dengan harga terjangkau.

Keistimewaan yang terdapat dalam BenQ T60 adanya fitur panggilan daftar hitam, yang dapat menyaring panggilan yang tidak diinginkan. Datang dengan memori internal 24MB, Radio FM stereo terintegrasi dengan fungsi perekam jadwal dan slot kartu microSD.

Untuk pengalaman multimedia yang optimal, T60 memainkan berbagai macam format musik termasuk MPEG4, MP3, AMR, MIDI dan SP-MIDI. Ada juga Bluetooth dengan suara stereo (A2DP), didukung pengatur jarak jauh (AVRCP), konektifitas USB, dan mempunyai waktu siaga dan waktu bicara masing-masing selama 200 jam dan 3 jam.

"Sebenarnya ponsel tipis ini telah beredar terlebih dulu di pasaran. Saat ini T60 dijual dengan harga kurang dari Rp1,5 juta dengan jaminan kualitas dan layanan servis yang disokong oleh DGE," jelas Yakaja. (Okezone)

Tags: ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment
Custom Search

June 23, 2008

BenQ E72, Smartphone Murah nan Ramping

BenQ E72

BenQ E72 merupakan ponsel pintar berbasis Windows Mobile 6 yang menonjolkan bentuk tipis, sistem instant messaging terintegrasi, dan fitur multimedia yang kuat.

E72 berjalan dijaringan GSM/EDGE dengan frekuensi 850/900/1800/1900 MHz. Tampilannya diperkuat dengan layar lebar TFT berukuran 2 inci yang dilengkapi dengan 65.000 warna untuk melihat foto, video, maupun web content. Belum lagi kamera dengan resolusi 2.0 megapixel yang semua terpendam dalam balutan desain yang ramping dan bergaya.

Dengan fungsi komunikasi dan multimedia yang kuat, E72 menyediakan solusi ideal untuk para professional yang mencari keseimbangan antara kerja dan kehidupan sosial. Terintegrasi dengan 5 (lima) jaringan instant messaging dalam satu podium, E72 menawarkan para pemakai untuk bercakap-cakap di AOL, Yahoo, MSN, ICQ dan Google Talk secara serentak, dan bahkan menyediakan percakapan yang banyak dengan teman, keluarga, atau kolega denga menggunakan jaringan yang sama atau berbeda. Selain itu, semua pilihan komunikasi ini ditambah dengan panggilan bebas VoIP, tersedia dengan koneksi berkecepatan tinggi dengan menggunakan konektifitas WiFi.

Dengan E72, pemakai dapat mengakses secara lengkap informasi terkini langsung dari ponsel, termasuk berlangganan dengan RSS atau men-download lagu kesukaanmu atau podcasts langsung ke E72. Pemakai dapat mengambil keuntungan dari fitur e-mail cepat, seperti kemampuan untuk mengirimkan musik atau pesan audio, dan push mail, dimana secara otomatis akan men-downloads dan memberikan tanda apabila ada pesan e-mail untuk penerimaan dan pengiriman e-mail terbaru.

Sistem operasi yang berbasis Microsoft Windows Mobile 6, BenQ E72 hadir dengan susunan fungsi yang dibutuhkan oleh seorang professional, dengan menggunakan versi mobile dari aplikasi Microsoft yang sudah dikenal seperti, Outlook, aplikasi manajemen informasi pribadi dan Microsoft ActiveSync untuk perubahan informasi terkini secara identik dari PC maupun ponsel.

Dengan konektifitas WiFi, pemakai dapat menikmati video dan hiburan online lainnya kapan saja, dan dimana saja. E72 menyajikan fitur MP3 player yang mudah diakses, didukung dengan format audio WAV dan WMA dan di dukung oleh kapasitas kartu microSD yang dapat di upgrade sampai dengan 2GB untuk menyimpan semua data musik, video, dan foto.

Dengan berat 90 gram dan berdimensi 108 x 46,3 x 13,8 mm, ponsel pintar E72 meletakkan semua fungsi dari ponsel pintar terdepan di dalam sebuah alat yang tipis. Dengan sentuhan disain seperti lampu indikator yang menyinari melewati efek separuh bayangan cetakan atas, pemakai dapat mengikuti berdasarkan sinyal lampu dan menekan tombol yang berbatasan untuk langsung mengakses fungsi pesan. (Okezone)
Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment
Custom Search

October 31, 2007

Nokia Siemens - Telkomsel

Sediakan Sistem Pentarifan Konvergen
 
JAKARTA
- Telkomsel mengadakan kesepakatan kerja sama dengan penyedia jaringan Nokia Siemens (NSN) dalam implementasi sistem pentarifan (billing) online secara konvergen.

NSN akan membantu Telkomsel dengan solusi pentarifan secara konvergen yang diberi nama charge@once premium, yang mensupport layanan voice dan data sekaligus. Kontrak yang mereka setujui juga memungkinkan Telkomsel untuk menambah kapasitas pentarifan dari 38 juta pelanggan dengan jumlah tambahan pelanggan sekira 10,5 juta.

Statistik seluler dunia mendata bahwa Telkomsel merupakan operator seluler terbesar di Indonesia dengan penguasaan lebih dari 56 persen dari keseluruhan jumlah pelanggan seluler. Pertengahan tahun ini Telkomsel berhasil meraih jumlah pelanggan sekira 43 juta dengan mayoritas terdiri dari pelanggan prabayar yang berjumlah 38 juta.

"Kami menghargai para pelanggan kami dan ingin memberikan kebebasan kepada mereka untuk memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Solusi pentarifan yang ditawarkan NSN mampu memberikan perbedaan layanan kami dengan yang lain," ujar VP Informasi dan Teknologi,  Arman Hazairin, seperti dilansir Cellular News, Rabu (31/10/2007).

Kerja sama tersebut juga mengharuskan NSN menyediakan implementasi layanan, instalasi, integrasi telekomunikasi, supervisi dan dukungan aktivitas dalam proyek tersebut kepada Telkomsel. (sar)

Telkomsel - Operator Dengan Pertumbuhan Tercepat di Asia Pasifik

CHINA - Lebih dari 16 operator di Asia Pasifik telah memberikan kontribusi pertumbuhan pelanggan dan penetrasi mobile seluler yang cukup pesat. Telkomsel masuk di urutan ke empat.

Dilansir Cellular News, Minggu (14/10/2007), posisi pertama diduduki oleh operator-operator telekomunikasi asal China dengan jumlah pertumbuhan pelanggan sebesar 58,6 juta setiap tahunnya. Bahkan sekira 75 juta pelanggan baru didapat setiap tahunnya dari operator asal negeri tirai bambu ini. Tentunya dengan pembagian lebih dari 16,55 juta dikontribusi oleh China Unicom.

Posisi kedua dimiliki oleh Bharti India yang berhasil menambahkan koneksi seluler sekira 20 juta sambungan pada waktu yang sama. Bahkan operator India lainnya berhasil menduduki posisi 10 besar yang tergolong memiliki pertumbuhan pelanggan yang cukup pesat.

Telkomsel ternyata mampu menduduki posisi ke empat dalam daftar operator dengan pertumbuhan tercepat. Hal ini dikarenakan Telkomsel telah berhasil menambahkan sekira 13 juta sambungan selama satu tahun ini. Bahkan prestasi Telkomsel ini mampu menduduki posisi ke sepuluh untuk peringkat dunia.

Posisi lainnya banyak diisi oleh operator asal India dan Pakistan. (sar)

Sarie Novian - Okezone

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment
Custom Search

August 17, 2008

10 Ponsel TERCANGGIH

1.nokia 888 communicator
handphone dengan konsep futuristic yang menggunakan baterai liquid(cairan).

2.nokia aeon
kabarnya handphone ini akan direlease bulan februari depan.

3.Sky “Sleak & Slim”
handphone yg diproduksi oleh SKY memiliki touchpad yang bersinar dan “hidden-key”

4.Benq-Siemens “Snaked”
model “reptile” yang di desain khusus untuk wanita yg hobby berolahraga dengan teknologinya yang mudah mengikuti bentuk tubuh manusia.

5.What u see is what u get concept
konsep ini tidak lagi menggunakan LCD seperti digital camera, tetapi menggunakan frame yang transparan sebagai kamera.

6.Retroxis by Dark Label

7.Benq-Siemens “The Black Box”

8.NEC Tag
memiliki konsep yang mirip dengan “the snaked”

9.TripleWatch


10.Asus Aura


Sumber: Kaskus.us/Ter10.wordpress.com

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment
Custom Search

October 24, 2007

Nokia, Motorola, Qisda akan Keluarkan Ponsel Wimax Tahun 2008

Nokia, Motorola dan Qisda atau BenQ, ke 3 produsen ini akan mengeluarkan produk WiMAX CPE (customer premise equipment) untuk 2008. Informasi tersebut didapat dari Industri Wimax Taiwan.

Motorola mungkin memimpin dengn CDMA/WiMAX dual mode handphone awal pertengahan kuartal 2008. Nokia akan mengeluarkan Internet Tablet untuk dukungan Wimax diperiode yang sama

Motorola memiliki bagian pengembangan di Taiwan, memperluas produksinya dengan memasukan teknologi WiMAX. Dan pusat Motorola akan menyediakan fasilitaw testing bagi para partner mereka seperti Wimax CPE.

Qida diperkirakan lebih dahulu merelease versi EDGE /  Wimax dual mode handphone sebelum akhir 2008. Model awal dari modifikasi BenQ E72 Smartphone. BenQ belum ada rencana  memasuki model Wimax CPE.

Pengembangan Wimax modul saat ini diproduksi dari chip buatan Runcom dan RF dari NXP semiconductor.

Sumber : ketok.com

 

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment
Custom Search

September 25, 2007

Stylus Jadi Antena TV


Bila dijumlahkan, pangsa pasar penjualan ponsel yang dikuasai Nokia, Sony Ericsson, Motorola, Samsung, LG, dan BenQ Siemens di Indonesia setidaknya menyentuh 95 persen. Artinya, hanya tersisa maksimal lima persen pasar yang harus diperebutkan oleh beragam merek lain.

Diferensiasi menjadi salah satu kunci untuk memenangkan perebutan "kue" yang cuma secuil itu. Hal tersebut tampaknya disadari PT Tirta Citra Nusantara sebagai vendor ponsel Hi Tech. Untuk memikat calon konsumen, mereka telah menyiapkan strategi tertentu.

"Kami akan selalu menghadirkan produk yang unik. Ponsel pertama Hi Tech yang beredar, H38, dilengkapi analog TV tuner yang memungkinkan pengguna menonton siaran televisi secara gratis," kata Andreas Limawan, general manager PT Tirta Citra Nusantara, dalam konferensi pers di Surabaya bulan lalu.

H38 merupakan ponsel dual band GSM 900/1800 yang ramah saku. Dengan dimensi fisik 106 x 55 x 18 mm, ia relatif nyaman digenggam maupun dikantongi.

Harga jual H38 yang dicantumkan di iklan Rp 1,98 juta. Di Surabaya, gerai-gerai ponsel lazim memasarkannya pada rentang harga Rp 1,95-1,98 juta. Sedangkan di Jakarta, sebagian penjual malahan mematok harga hingga Rp 2,05 juta.

Sebagai sebuah ponsel TV, kemampuan menghadirkan siaran televisi di layar ponsel merupakan fitur utama H38. Tayangan siaran televisi akan tersaji di layar sentuh berukuran 2,6 inci yang mampu menampilkan hingga 262 ribu warna. Antenanya memanfaatkan stylus yang bisa ditarik, dilipat, dan disisipkan di bodi H38.

Dibandingkan ponsel TV i-mobile TV901 yang beredar pertengahan tahun lalu, tampilan siaran televisi di H38 lebih prima. Ketika penulis sedang mengantre di sebuah bank di lantai LG Plaza Tunjungan I Surabaya, misalnya, tayangan dari beberapa stasiun televisi masih bisa ditangkap dengan baik. Yang tak kalah menarik, tayangan itu bisa dinikmati gratis.

Radio FM, pemutar audio video, perekam suara, buku telepon berkapasitas 300 nama multiple entry, kalkulator, GPRS, dan MMS adalah beberapa fitur lain H38. Pengguna dimungkinkan menggunakan file MP3 sebagai nada dering telepon kala ada panggilan masuk. Sedangkan untuk nada SMS, pengguna hanya dapat memilih satu di antara sepuluh pilihan bunyi yang tersedia.

Sebuah kamera terdapat di sisi belakang ponsel. Performanya, menurut penulis, belum layak dikategorikan bagus. Pada iklan dan brosur H38, kamera itu disebut beresolusi 1,3 megapiksel. Sebenarnya, resolusi yang lebih tepat adalah 1,23 megapiksel. Percobaan yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa ukuran terbesar foto yang dihasilkan 1.280 x 960 piksel. Bila dikonversi, besaran itu setara dengan 1,229 megapiksel saja.

Apa sisi minus H38? Untuk memindahkan data dari ponsel ke komputer, pengguna praktis hanya bisa mengandalkan kabel data yang disertakan dalam paket penjualan. Ponsel dengan menu berbahasa Indonesia dan Inggris itu tidak dibekali inframerah maupun bluetooth. Kapasitas memori internal H38 juga amat kecil, sekitar 760 KB saja. Untunglah, ia dilengkapi slot micro SD dan paket penjualannya termasuk microSD 256 MB.

Soal layanan purna jual, yang biasanya menjadi sumber keraguan konsumen terhadap ponsel merek baru, hal itu seharusnya dapat diminimalkan. Layanan purna jual H38 ditangani PT Dian Graha Elektrika (DGE) yang selama lebih dari sepuluh tahun telah menggaransi ponsel Siemens dan BenQ Siemens. (Herry S.W.)

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

October 23, 2007

Sepadan, bahkan ”Terlalu Murah”

BenQ C30 dan Nokia 6120 Classic. Keduanya tidak bisa dibandingkan karena memang beda kelas. Namun, ada satu persamaan di antara keduanya, yakni berharga jual rasional dan berkinerja prima.
———

BenQ C30
Setelah ponsel Siemens lalu BenQ Siemens, sekarang PT Dian Graha Elektrika (DGE), distributor utama ponsel itu di Indonesia, menghadirkan BenQ C30 yang tampil dalam balutan casing abu-abu berpadu oranye kemerahan yang dijadikan produk pembuka.

Di bagian atas ponsel terdapat tiga tombol untuk mengakses fitur secara cepat. Tombol paling kiri bila ditekan beberapa detik akan mengaktifkan kamera. Resolusi foto terbesar yang bisa dihasilkan hanya VGA atau 640 x 480 piksel.

Tombol tengah memudahkan pengguna mengakses fitur pemutar musik. Suara keluar dari dua speaker di sisi belakang ponsel. Keras dan relatif jernih. File yang mampu dimainkan, antara lain, berformat MP3, AAC, dan WAV.

Sedangkan tombol paling kanan merupakan jalan pintas untuk mengaktifkan radio FM. Tentu saja pengguna harus menancapkan handsfree berkabel lebih dulu. Sebab, handsfree itu akan berfungsi sebagai antena. Kalau mau, pengguna bisa merekam siaran radio FM yang sedang didengarkan.

Satu fitur lain terkait dengan radio FM, yang membuat ponsel ini berbeda dengan kebanyakan ponsel, pengguna dapat menjadwalkan waktu rekaman. Misalnya, pengguna ingin mendengarkan siaran radio pada pukul 02.00. Padahal, saat itu pengguna sedang tidur. Atur saja di C30. Tepat pukul 02.00, radio akan aktif dan siaran otomatis direkam. Hasilnya bisa dinikmati kapan saja.

Sebagai nada dering telepon, pengguna bisa memanfaatkan file MP3 maupun hasil perekam suara di C30. Sedangkan untuk alert SMS, pengguna hanya dapat memilih satu di antara sepuluh nada yang tersedia. Karena tak dilengkapi inframerah maupun bluetooth, perpindahan data dari ponsel ke komputer atau sebaliknya harus mengandalkan kabel data USB.

Paket penjualan C30 sudah termasuk kabel data USB dan handsfree berkabel, namun tanpa microSD. Harga yang tercantum di iklan Rp 990 ribu. Praktiknya, di gerai-gerai ponsel, konsumen bisa membelinya dengan harga mulai Rp 950 ribu. Di pasar modern, seperti Carrefour, Giant, dan Hypermarket, C30 ditawarkan Rp 1,05 juta dan memperoleh microSD 256 MB.

6120 Classic
Harga perdana ponsel ini mengejutkan. Bukan karena terlalu mahal, sebaliknya "terlalu murah". Coba simak spesifikasinya. Layar TFT 16 juta warna, kamera dua megapiksel, bluetooth, bersistem operasi Symbian, dan mendukung layanan 3,5G/HSDPA. Dengan memperhatikan spesifikasi dan kebiasaan Nokia, wajar bila sebagian pebisnis ponsel menduganya akan diluncurkan pada harga Rp 3 jutaan, bahkan menembus Rp 4 juta. Ternyata, harga perdana 6120c "hanya" Rp 2,8 juta dan kini sudah bertengger di kisaran Rp 2,6 juta.

Hal mengejutkan kedua, respons menu 6120c sungguh cepat. Membuka contact yang telah berisi ratusan nama, misalnya, pantas disebut tanpa delay. Selama penulis mencoba beragam tipe dan merek perangkat bersistem operasi Symbian, kecepatan respons menu 6120c adalah yang terbaik.

Kinerja kamera dua megapiksel ponsel ini tergolong biasa. Kira-kira setara Nokia 6233 yang berarti belum mengalahkan Sony Ericsson K750i atau W810i. Tetapi, fungsi panorama kamera itu patut dipuji. Untuk menghasilkan foto yang melebar ke samping, pengguna tak perlu susah-susah memperhatikan "perbatasan" antara foto pertama dan kedua. "Penyambungan" foto dilakukan otomatis dan cerdas.

Bagi pengguna yang memedulikan kesepadanan antara fitur dan kinerja, 6120c seharusnya menjadi incaran. Bila Nokia N95 dan E90 Communicator oleh sebagian pengguna diberi acungan satu jempol, penulis berani memberikan satu setengah jempol kepada 6120c. Dua jempol diacungkan andai kamera ponsel ini seandal K750i. Ssst… 6120c putih lebih menarik daripada hitam lho. (Herry S.W.)

Sumber : Jawa Pos dotcom

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

December 19, 2007

Ponsel China Juga Harus Jalani QC

Setelah muncul dengan merek Hi-tech, satu lagi ponsel China yang sudah masuk ke pasar. Kali ini tidak lagi mengandalkan TV tapi justru harga yang relatif terjangkau. Lagi-lagi DGE berani menjadi distributornya.

Dian Graha Elektrika (DGE) telah dikenal sebagai distributor ponsel. Sebelumnya mereka bergerak dengan ponsel Siemens dan BenQ. Sayang, gaung kedua ponsel tidak terlalu heboh. Bahkan ponsel Siemens memang sudah tidak berproduksi lagi. Kini DGE fokus pada ponsel-ponsel China. Selain BenQ, mereka juga mendistribusikan Hi-tech, StarTech, dan KTouch.

"Meskipun ponsel-ponsel tersebut buatan China namun kualitas produknya sama dengan ponsel ternama lainnya. Bahkan hampir semua vendor ponsel ternama dasarnya diproduksi di China," ujar Gunarto, Services Manager PT Dian Graha Eletrika saat ditemui di sela acara peluncuran ponsel StarTech, Senin (17/12/2007).

DGE tergolong sangat ketat dalam menyeleksi ponsel yang akan mereka distribusikan. Menurut Gunarto, selain harus melalui kontrol kualitas (QC) dari Ditjen Postel untuk setiap model yang ada, DGE pun menurunkan tim QC-nya untuk menguji kelayakan dan kualitas produk itu sendiri. Bahkan untuk memfokuskan pendistribusian DGE membatasi produk yang mereka tangani hingga empat merek saja.

"Selain kualitas produk, kami juga mengharuskan vendor mengadaan produk-produk sparepart ponsel seminggu sebelum dilaunch," paparnya.

DGE sendiri memiliki 21 service center yang tersebar di 17 kota di Indonesia. "Hampir seluruh wilayah di Indonesia sudah tercover oleh kami, baik itu Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi. Hanya Irian saja yang belum kami cover," jelas Gunarto.(mbs)

Ponsel China Mendulang Untung, Bahasa Asing Lebih Berharga Ketimbang Lokal

Ponsel-ponsel China sejatinya memang produk lokal. Sayangnya para pengusaha ponsel China belum mau membenamkan nama lokal di balik merek ponsel China tersebut.

Sebut saja Hi-Tech, StarTech, KTouch atau VirtuV. Hampir semua menggunakan nama asing. Fenomena ini bisa jadi mengambil analisa psikologis dari masyarakat Indonesia yang sangat brand minded.

Menurut Untung Budiarta W, General Manager Marketing untuk ponsel StarTech, penggunaan bahasa asing untuk merek ponsel memang memberikan dampak yang cukup signifikan pada imej sebuah produk.

"Sudah pasti ini dikarenakan budaya masyarakat Indonesia yang sangat mementingkan brand. Lihat saja merek fashion Mango, itu kan merek asing padahal produksinya dibuat di Tangerang," ujar Untung.

Memang penggunaan bahasa asing dalam penamaan produk justru lebih menjanjikan ketimbang penggunaan bahasa lokal. Sebut saja pusat perbelanjaan. Meskipun kewajiban penggunaan bahasa lokal sudah digaungkan sejak awal tahun 2000 namun tetap saja masyarakat Indonesia masih fasih melafalkan bahasa asing ketimbang bahasa negeri sendiri.

Mal Pondok Indah yang dulu bernama Pondok Indah Mall, masih saja diucapkan seperti tulisan terakhir, yang notabene masih berstruktur bahasa asing. Bahkan gedung pertokoan yang muncul baru-baru ini, seperti Senayan City, Makassar Trade Center, Mangga Dua Square, masih menggunakan bahasa asing untuk menarik pengunjung. 

Sumber : Okezone

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment

December 14, 2007

Bergaya di Akhir Tahun

Selain hari Lebaran, iming-iming berganti telepon seluler baru juga terjadi pada liburan Natal dan akhir tahun. Para vendor ponsel bahkan secara internasional selalu memperlihatkan produk terbaik tahun 2007 pada bulan Desember.

Sudah tentu bukan hanya vendor raksasa yang memanfaatkan momentum akhir tahun, tetapi juga vendor kecil yang sedang mencoba merebut kue penjualan ponsel, termasuk produsen dalam negeri. Bukan hanya kecanggihannya saja, tetapi mereka pun menawarkan harga murah.

Dari sisi teknologi, ponsel pintar saat ini memang berada di lini depan, meski tentu saja kemampuannya masih sangat bergantung pada jaringan yang tersedia. Jaringan 3G memang bukan barang baru lagi, tetapi mahalnya investasi membangun jaringan nirkabel pita lebar itu membuat belum semua daerah tersentuh 3G.

Sebuah produk yang baru-baru ini berhasil meraih gelar GSMA Asia Mobile Awards 07 adalah ponsel Motorola RAZR V9. Gelar Best Mobile Broadband Handset/Device ini bersaing dengan produk ponsel serupa yang dipasarkan di Asia.

Vendor Amerika Serikat ini juga membuat gebrakan pada akhir tahun dengan meluncurkan ponsel PDA canggih Moto Q9h. Ponsel pintar dengan kemampuan akses HSDPA atau High-Speed Downlink Packet Access ini memberikan banyak penyempurnaan dari pendahulunya, Moto Q8.

Bergaya dengan ponsel-ponsel canggih ini tentu saja masih banyak pilihannya, paling tidak masih ada produk-produk dari Nokia atau Sony Ericsson yang masing-masing memiliki konsumen yang fanatik. Selain itu, setiap vendor melahirkan produk dengan karakter yang berbeda-beda meski sama-sama 3G.

Sony Ericsson belum lama ini kembali memompa pasar dengan ponsel walkman-nya, W910i. Meski hampir semua ponsel baru sekarang memiliki fasilitas pemutar musik digital, ponsel Jepang-Swedia itu hadir menyempurnakan produk ponsel walkman sebelumnya. Fasilitas akses HSDPA memungkinkan kita mengunduh (download) berkas musik dari internet.

Sony Ericsson juga sudah meluncurkan ponsel HSDPA lainnya, yaitu K630i. Pihak pembuat mengklaim produknya mampu melakukan akses internet empat kali lebih cepat dari kecepatan 3G, meski hal ini tetap saja masih bergantung pada kondisi jaringan yang digunakan.

Tentu saja untuk bisa bergaya tidak harus selalu membeli ponsel yang canggih-canggih, apalagi bagi mereka yang tidak mau ribet dengan urusan internet. Para vendor tampaknya juga membidik pasar "bergaya" ini dengan produk yang lebih mementingkan penampilan.

Secara eksklusif, perusahaan Korea Selatan, LG, menjalin kerja sama dengan perusahaan mode Prada. Aksen hitam putih menjadi karakter yang anggun, dan teknologi layar sentuh yang khas LG, di mana tombol hanya bisa berfungsi apabila disentuh dengan tangan manusia, belakangan juga sudah diikuti vendor lain.

Gaya sentuh juga menjadi andalan bagi iPhone. Walaupun belum masuk pasar Indonesia, ponsel ini sudah menggegerkan. Belakangan juga mulai muncul ponsel HTC Touch menggunakan keypad virtual untuk terlihat sebagai ponsel minimalis.

Sebelum Lebaran lalu, Hi-Tech merancang sebuah ponsel yang sekaligus televisi analog. Memang tidak dibalut dengan teknologi berpita lebar, tetapi ia cukup menjawab kebutuhan bagi mereka yang tidak ingin ketinggalan acara televisi.

Kali ini yang unik adalah produsen BenQ setelah tenggelam dalam masalah internalnya menyusul penggabungan dengan Siemens. Kali ini, tampil dengan namanya sendiri, mereka merilis ponsel terjangkau, BenQ C30, yang tampaknya lebih ditujukan untuk kaum muda.

Berpenampilan agak bongsor, seperti layaknya sebuah ponsel pintar memiliki layar yang terkesan lebar dengan mengamuflasekan layar LCD 1,8 inci, menjadi terkesan lebih lebar. Ukuran fisiknya yang 108 mm x 47,2 mm dan tebal 14,2 mm sangat pas untuk digenggam tangan-tangan mungil, apalagi beratnya hanya 78 gram.

Ciri khas yang sangat menonjol ketika Kompas mencobanya adalah dalam hal kemampuan memutar musik digital, meskipun ponsel ini juga mampu memutar dan merekam video, memotret, dan mempunyai penala radio FM. Bahkan ketika diperdengarkan melalui dual-speaker kecilnya, ponsel ini mampu mereproduksi suara seperti sebuah compo kecil.

Hanya karena bobotnya ringan, ketika suaranya digeber dengan kuat, ponsel ini akan bergerak ke mana-mana. Suara trebelnya sangat jelas, hanya memang untuk barang sekecil itu tidak mungkin memompa suara bas menjadi lebih kuat lagi.

Desainnya memang sangat khas untuk memutar musik. Dengan sekali klik, Anda bisa mengakses pemutar musik, radio FM, atau kamera (foto dan video) melalui tombol di sisi atas. Pemutar musik digital ini mampu memainkan berkas musik dengan format MP3, WAV, MIDI, AMR, dan AAC, sedangkan video dengan format AVI.

Memori internal yang hanya 760 kB akan sangat cepat habis apabila digunakan untuk merekam musik, foto, maupun video, sehingga BenQ menambahkan memori eksternal berupa microSD yang slotnya berada di bawah baterai.

Pentransferan file musik dari PC ke ponsel harus membuka baterai, tetapi bisa juga dengan menggunakan koneksi mini USB 1.1.

Kesan baik lainnya dari ponsel yang masih GPRS ini adalah daya tahan baterai Li-ion yang berkapasitas 650 mAh (miliamper jam). Kapasitas ini mampu bertahan untuk kondisi siaga sampai 175 jam dan bicara sampai 100 menit. Keypad yang mudah ditekan dilapisi glosi membedakan dengan bagian casing lainnya, selain selempang warna merah di sekeliling sisi tebalnya yang membuat penampilannya semakin manis. (AWE)

Sumber : KCM

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Help

Permalink • Print • Comment