Selain hari Lebaran, iming-iming berganti telepon seluler baru juga terjadi pada liburan Natal dan akhir tahun. Para vendor ponsel bahkan secara internasional selalu memperlihatkan produk terbaik tahun 2007 pada bulan Desember.
Sudah tentu bukan hanya vendor raksasa yang memanfaatkan momentum akhir tahun, tetapi juga vendor kecil yang sedang mencoba merebut kue penjualan ponsel, termasuk produsen dalam negeri. Bukan hanya kecanggihannya saja, tetapi mereka pun menawarkan harga murah.
Dari sisi teknologi, ponsel pintar saat ini memang berada di lini depan, meski tentu saja kemampuannya masih sangat bergantung pada jaringan yang tersedia. Jaringan 3G memang bukan barang baru lagi, tetapi mahalnya investasi membangun jaringan nirkabel pita lebar itu membuat belum semua daerah tersentuh 3G.
Sebuah produk yang baru-baru ini berhasil meraih gelar GSMA Asia Mobile Awards 07 adalah ponsel Motorola RAZR V9. Gelar Best Mobile Broadband Handset/Device ini bersaing dengan produk ponsel serupa yang dipasarkan di Asia.
Vendor Amerika Serikat ini juga membuat gebrakan pada akhir tahun dengan meluncurkan ponsel PDA canggih Moto Q9h. Ponsel pintar dengan kemampuan akses HSDPA atau High-Speed Downlink Packet Access ini memberikan banyak penyempurnaan dari pendahulunya, Moto Q8.
Bergaya dengan ponsel-ponsel canggih ini tentu saja masih banyak pilihannya, paling tidak masih ada produk-produk dari Nokia atau Sony Ericsson yang masing-masing memiliki konsumen yang fanatik. Selain itu, setiap vendor melahirkan produk dengan karakter yang berbeda-beda meski sama-sama 3G.
Sony Ericsson belum lama ini kembali memompa pasar dengan ponsel walkman-nya, W910i. Meski hampir semua ponsel baru sekarang memiliki fasilitas pemutar musik digital, ponsel Jepang-Swedia itu hadir menyempurnakan produk ponsel walkman sebelumnya. Fasilitas akses HSDPA memungkinkan kita mengunduh (download) berkas musik dari internet.
Sony Ericsson juga sudah meluncurkan ponsel HSDPA lainnya, yaitu K630i. Pihak pembuat mengklaim produknya mampu melakukan akses internet empat kali lebih cepat dari kecepatan 3G, meski hal ini tetap saja masih bergantung pada kondisi jaringan yang digunakan.
Tentu saja untuk bisa bergaya tidak harus selalu membeli ponsel yang canggih-canggih, apalagi bagi mereka yang tidak mau ribet dengan urusan internet. Para vendor tampaknya juga membidik pasar "bergaya" ini dengan produk yang lebih mementingkan penampilan.
Secara eksklusif, perusahaan Korea Selatan, LG, menjalin kerja sama dengan perusahaan mode Prada. Aksen hitam putih menjadi karakter yang anggun, dan teknologi layar sentuh yang khas LG, di mana tombol hanya bisa berfungsi apabila disentuh dengan tangan manusia, belakangan juga sudah diikuti vendor lain.
Gaya sentuh juga menjadi andalan bagi iPhone. Walaupun belum masuk pasar Indonesia, ponsel ini sudah menggegerkan. Belakangan juga mulai muncul ponsel HTC Touch menggunakan keypad virtual untuk terlihat sebagai ponsel minimalis.
Sebelum Lebaran lalu, Hi-Tech merancang sebuah ponsel yang sekaligus televisi analog. Memang tidak dibalut dengan teknologi berpita lebar, tetapi ia cukup menjawab kebutuhan bagi mereka yang tidak ingin ketinggalan acara televisi.
Kali ini yang unik adalah produsen BenQ setelah tenggelam dalam masalah internalnya menyusul penggabungan dengan Siemens. Kali ini, tampil dengan namanya sendiri, mereka merilis ponsel terjangkau, BenQ C30, yang tampaknya lebih ditujukan untuk kaum muda.
Berpenampilan agak bongsor, seperti layaknya sebuah ponsel pintar memiliki layar yang terkesan lebar dengan mengamuflasekan layar LCD 1,8 inci, menjadi terkesan lebih lebar. Ukuran fisiknya yang 108 mm x 47,2 mm dan tebal 14,2 mm sangat pas untuk digenggam tangan-tangan mungil, apalagi beratnya hanya 78 gram.
Ciri khas yang sangat menonjol ketika Kompas mencobanya adalah dalam hal kemampuan memutar musik digital, meskipun ponsel ini juga mampu memutar dan merekam video, memotret, dan mempunyai penala radio FM. Bahkan ketika diperdengarkan melalui dual-speaker kecilnya, ponsel ini mampu mereproduksi suara seperti sebuah compo kecil.
Hanya karena bobotnya ringan, ketika suaranya digeber dengan kuat, ponsel ini akan bergerak ke mana-mana. Suara trebelnya sangat jelas, hanya memang untuk barang sekecil itu tidak mungkin memompa suara bas menjadi lebih kuat lagi.
Desainnya memang sangat khas untuk memutar musik. Dengan sekali klik, Anda bisa mengakses pemutar musik, radio FM, atau kamera (foto dan video) melalui tombol di sisi atas. Pemutar musik digital ini mampu memainkan berkas musik dengan format MP3, WAV, MIDI, AMR, dan AAC, sedangkan video dengan format AVI.
Memori internal yang hanya 760 kB akan sangat cepat habis apabila digunakan untuk merekam musik, foto, maupun video, sehingga BenQ menambahkan memori eksternal berupa microSD yang slotnya berada di bawah baterai.
Pentransferan file musik dari PC ke ponsel harus membuka baterai, tetapi bisa juga dengan menggunakan koneksi mini USB 1.1.
Kesan baik lainnya dari ponsel yang masih GPRS ini adalah daya tahan baterai Li-ion yang berkapasitas 650 mAh (miliamper jam). Kapasitas ini mampu bertahan untuk kondisi siaga sampai 175 jam dan bicara sampai 100 menit. Keypad yang mudah ditekan dilapisi glosi membedakan dengan bagian casing lainnya, selain selempang warna merah di sekeliling sisi tebalnya yang membuat penampilannya semakin manis. (AWE)
Sumber : KCM