September 26, 2007
Bertelepon Gratis dengan Telepon Selular
Kehadiran telepon itu akan bermanfaat bagi rakyat miskin di negara berkembang. TerraNet menggunakan teknologi peer-to-peer, yang memungkinkan penggunanya saling berbicara tanpa perlu base station sebuah telepon selular.
Teknologi ini didesain untuk kawasan terpencil di luar kota atau padang gurung dimana base station tak ada. Proyek ini telah diluncurkan TerraNet baru-baru ini di Tanzania dan Ekuador.
Pendiri TerraNet, Anders Carlius, kepada kantor berita BBC kemarin mengatakan, ide itu muncul saat melakukan safari di Tanzania pada 2002. Di negeri itu dia menemukan minimnya koneksitas ponsel sehingga tak bisa menghubungi temannya yang berada di jip lain dan terpisah hanya beberapa meter.
“Saya mulai berpikir, mungkinkah kita mendapatkan koneksi telepon ke telepon tanpa peralatan lain, dan komunikasi yang riil, seperti panggilan telepon, tapi antar unit?” kata Carlius.
Maka TerraNet pun mulai merancang teknologi itu menggunakan handset yang diadaptasi sehingga bekerja sebagai peer yang bisa mengirimkan data atau panggilan pada telepon lain di jaringannya.
Handset juga bertindak sebagai noda antara handset-handset lain, sehingga memperluas jangkauan sistem secara keseluruhan. Tiap handset memiliki radius jangkauan efektif sampai sekitar satu kilometer.
Kolaborasi pengiriman panggilan ini berarti tak membutuhkan biaya pembicaraan antara handset.
Saat sebuah telepon TerraNet dinyalakan, handset itu mulai mencari handset lain dalam jangkauannya. Bila ditemukan, handset itu mulai terkoneksi dan memperluas jaringan radio.
Ketika suatu nomor dipanggil, sebuah handset mengecek apakah orang yang dipanggil berada dalam jangkauan. Bila ya, maka panggilan akan diteruskan.
Walaupun jangkauan efektif hanya satu kilometer, setiap handset yang ada di antara jangkauan itu bisa meneruskan panggilan, maka jarak panggilan pun bisa ditingkatkan. Bila prinsip ini teraplikasi dalam jumlah banyak, maka akan tercipta sebuah jaringan mini.
Carlius mengakui bahwa kendalanya adalah, cara seperti itu akan menghadapi persoalan besar yakni cukup tidaknya frekuensi yang tersedia.
Sistem ini juga bisa dipakai membuat panggilan ke jaringan TerraNet lain via jaringan internet yang terkoneksi ke komputer dengan sambungan USB yang murah. “Bila Anda melihat tempat-tempat di Afrika, Amerika Selatan, India, Cina, kami ingin pertama kali memberi mereka identitas digital," kata Carlius. “Orang bisa berbicara satu sama lain dengan sebuah nomor telepon. Dengan alat kami, kami ingin memberi mereka yang tak mampu kesempatan berbicara secara lokal dengan gratis."
Telepon TerraNet saat ini bekerja dengan handset yang khusus, walaupun Carlius mengatakan dia berharap fitus itu tersedia pada semua telepon selular, seperti koneksi Bluetooth.
Dia mengatakan pada saat itu terjadi, maka itu secara potensial akan mengakhiri model komunikasi Global System for Mobile (GSM) saat ini. Sebanyak 70 persen telepon bergerak di dunia menggunakan teknologi itu.
Carlius mengatakan, vendor telepon selular besar tentu tidak akan menyukai ide menggunakan model peer-to-peer untuk melakukan panggilan telepon. “Mereka akan mengatakan teknologi itu tidak berfungsi dan tidak mempunyai model bisnis,” katanya.
“Sah-sah saja, tapi cobalah bergabung dengan kami di Lund, dan saksikan bagaimana teknologi itu bekerja dan tanyakan konsumen kami bagaimana model bisnis kami bekerja.” katanya.
Carlius mengatakan, pembuat telepon selular Ericsson telah berinvestasi sekitar 3 juta poundsterling di TerraNet dan ini mengindikasikan bahwa model bisnis untuk jaringan ini sudah berbunyi.
BBC
Sumber : TEMPO Interaktif
Spread the word





